Konflik Timur Tengah Memanas, Pemerintah Tunda Pembahasan Board of Peace

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Yvonne Mewengkang memberikan keterangan pers saat Press Briefing di Ruang Palapa, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis (8/1/2026). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO

kabeanegroi.com – Pemerintah Indonesia menunda pembahasan terkait Board of Peace (BoP) di tengah meningkatnya konflik di kawasan Timur Tengah.

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menyatakan langkah ini diambil karena pemerintah memprioritaskan keselamatan warga negara Indonesia (WNI) di wilayah konflik.

Juru Bicara I Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, mengatakan pemerintah untuk sementara menghentikan pembahasan mengenai Board of Peace.

Ia menjelaskan bahwa Menteri Luar Negeri Sugiono sebelumnya juga telah menyampaikan keputusan tersebut.

“Pak Menlu sudah menyampaikan beberapa hari lalu bahwa seluruh pembahasan Board of Peace saat ini kami tangguhkan atau on hold,” kata Yvonne dalam jumpa pers di kantor Kemlu RI, Jumat (6/3).

Menurut Yvonne, diplomasi Indonesia saat ini fokus pada perlindungan WNI di wilayah terdampak konflik.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan langkah antisipasi untuk menghadapi dampak eskalasi di kawasan tersebut.

Yvonne menegaskan Indonesia tetap menjalankan politik luar negeri bebas aktif.

Ia juga memastikan pemerintah selalu mempertimbangkan kepentingan nasional dalam setiap keputusan diplomasi.

“Setiap keputusan terkait partisipasi Indonesia dalam berbagai mekanisme internasional akan mempertimbangkan politik luar negeri bebas aktif, kepentingan nasional, serta perkembangan situasi di lapangan,” ujarnya. (nil*)

You may also like