Tendang Pemain Lawan, Kiper PSIR Rembang Disanksi Seumur Hidup

Aksi tendangan kung-fu kiper PSIR Rembang. Dok: Instagram @persikabaofficial

Semarang, kabeanegroi.com – Komite Disiplin Asprov PSSI Jawa Tengah menjatuhkan sanksi larangan beraktivitas di sepak bola seumur hidup kepada kiper PSIR Rembang, Raihan Alfariq.

Komdis menghukum Raihan setelah ia menendang dada pemain Persikaba Blora, Rizal Dimas Agesta, dalam laga Liga 4 Jawa Tengah di Stadion Krida, Rabu (21/1).

Ketua Komdis PSSI Jateng, Samuel Evan Haryono, mengatakan pihaknya mengambil keputusan tersebut usai menggelar sidang disiplin selama lebih dari tiga jam, mulai pukul 20.30 WIB hingga tengah malam. Sidang tersebut membahas tindakan tidak wajar Raihan yang mengenakan nomor punggung 77.

“Sidang fokus pada tindakan tidak sewajarnya yang dilakukan penjaga gawang PSIR Rembang, Raihan Alfariq,” ujar Evan dalam jumpa pers, Kamis (22/1).

Evan menegaskan Raihan dengan sengaja melakukan tindakan yang membahayakan keselamatan lawan. Karena itu, Komdis menjatuhkan hukuman tegas sesuai Kode Disiplin PSSI 2025.

“Komite Disiplin menjatuhkan larangan beraktivitas dan berpartisipasi di sepak bola di bawah naungan PSSI seumur hidup. Kami juga mengenakan denda Rp 5 juta,” tegasnya.

Selain menghukum pemain, Komdis PSSI Jateng merekomendasikan sanksi kepada perangkat pertandingan.

Komdis meminta Komite Wasit melarang wasit dan asisten wasit dua bertugas selama satu tahun. Sementara itu, asisten wasit satu menerima peringatan dan pembinaan lanjutan.

Evan menyatakan keputusan ini bertujuan menjaga keamanan, kenyamanan, dan nilai fair play dalam kompetisi. Ia berharap sanksi tersebut menjadi pelajaran bagi seluruh pihak di Liga 4 Jawa Tengah.

Terkait kondisi korban, Evan mengatakan Rizal sempat menjalani perawatan di rumah sakit. Pemeriksaan medis menunjukkan Rizal kini menjalani rawat jalan.

Manajemen PSIR Rembang baru menyampaikan permintaan maaf melalui media sosial pada Rabu malam sekitar pukul 23.30 WIB. (mda*)